Legenda Francisco Pizarro Penakluk Kekaisaran Inka

Francisco Pizarro

Legenda Francisco Pizarro (1478-1541) adalah seorang penjelajah dan penakluk Spanyol yang terkenal karena penaklukannya atas Kekaisaran Inka di Peru. Pizarro memainkan peran penting dalam sejarah penjelajahan dan kolonialisasi Amerika Selatan, membawa kekayaan besar ke Spanyol tetapi juga menyebabkan kehancuran bagi peradaban Inka.

Kehidupan Awal

Francisco Pizarro lahir sekitar tahun 1478 di Trujillo, Spanyol. Ia berasal dari keluarga bangsawan rendah dan tidak mendapat pendidikan formal. Meskipun memiliki latar belakang yang sederhana, Pizarro terinspirasi oleh cerita tentang penemuan dan penjelajahan di Dunia Baru. Pada awal 1500-an, ia berlayar ke Hispaniola (sekarang Haiti dan Republik Dominika) dan kemudian ikut serta dalam ekspedisi Vasco Núñez de Balboa yang menemukan Samudra Pasifik pada tahun 1513.

Ekspedisi ke Amerika Selatan

Setelah mendengar tentang kekayaan besar di Amerika Selatan, Pizarro memutuskan untuk memimpin ekspedisi untuk menaklukkan wilayah tersebut. Bersama dengan Diego de Almagro dan seorang pendeta bernama Hernando de Luque, ia mengorganisir beberapa ekspedisi ke pesisir barat Amerika Selatan.

Pada tahun 1526, Pizarro dan Almagro memimpin ekspedisi pertama mereka ke wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kolombia dan Ekuador. Meskipun ekspedisi awal ini gagal, mereka tidak putus asa. Pada tahun 1528, Pizarro kembali ke Spanyol untuk mendapatkan izin dan dukungan dari Raja Charles I untuk ekspedisi selanjutnya.

Penaklukan Kekaisaran Inka

Pada tahun 1532, Pizarro kembali ke Amerika Selatan dengan kekuatan yang lebih besar dan persenjataan yang lebih baik. Ia dan pasukannya tiba di kota Cajamarca, di mana mereka bertemu dengan kaisar Inka, Atahualpa. Meskipun jumlah pasukan Pizarro jauh lebih kecil dibandingkan dengan pasukan Inka, teknologi militer Spanyol yang lebih maju memberikan mereka keuntungan.

Pizarro menjebak Atahualpa dalam sebuah pertemuan dan menangkapnya. Meskipun Atahualpa menawarkan tebusan besar dalam bentuk emas dan perak, Pizarro tetap mengeksekusinya pada tahun 1533. Dengan kematian Atahualpa, Kekaisaran Inka menjadi lemah dan tidak terorganisir, memungkinkan Pizarro untuk menguasai ibu kota Inka, Cuzco, pada akhir tahun itu.

Pembentukan Lima dan Konflik Internal

Setelah menaklukkan Cuzco, Pizarro mendirikan kota Lima pada tahun 1535, yang kemudian menjadi ibu kota kolonial Spanyol di Peru. Meskipun keberhasilannya, hubungan antara Pizarro dan mitra lamanya, Diego de Almagro, memburuk. Ketegangan antara mereka berujung pada perang saudara antara faksi Pizarro dan Almagro.

Pada tahun 1538, Pizarro mengalahkan dan mengeksekusi Almagro, tetapi konflik internal terus berlanjut. Pada tahun 1541, Pizarro dibunuh oleh pengikut Almagro dalam sebuah pemberontakan di istananya di Lima.

Warisan

Francisco Pizarro meninggalkan warisan yang kompleks. Di satu sisi, ia adalah penakluk yang membawa kekayaan besar ke Spanyol dan memperluas kekuasaan kolonial di Amerika Selatan. Di sisi lain, penaklukannya menyebabkan kehancuran besar bagi peradaban Inka dan penderitaan yang tak terhitung bagi penduduk asli.

Penaklukan Pizarro juga membuka jalan bagi ekspedisi Spanyol lebih lanjut di Amerika Selatan dan memperkuat dominasi kolonial Eropa di benua itu. Kota Lima, yang didirikannya, tetap menjadi salah satu kota paling penting di Amerika Selatan.

Francisco Pizarro adalah tokoh penting dalam sejarah penjelajahan dan kolonialisasi Amerika Selatan. Keberhasilannya dalam menaklukkan Kekaisaran Inka membawa perubahan besar bagi wilayah tersebut dan membentuk sejarah Amerika Latin. Meskipun metodenya sering brutal dan kejam, dampaknya terhadap sejarah global tidak dapat disangkal.